Selasa, 21 Januari 2014

CONTOH PROPOSAL ( BAHASA INDONESIA)

CONTOH PROPOSAL PRAKTEK LAPANGAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BATURAJA

TINJAUAN BUDIDAYA IKAN LELE SANGKURIANG
(Clarias sp) SERTA ANALISIS PENDAPATANNYA
Oleh
AHMAD YANI
0842005


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BATURAJA
BATURAJA
2012
TINJAUAN BUDIDAYA IKAN LELE SANGKURIANG
(Clarias sp) SERTA ANALISIS PENDAPATANNYA
MOTTO DAN PERSEMBAHAN
MOTTO :
“Jangan takut salah melangkah jika tujuanmu adalah kebenaran”
“Bertindaklah kamu dengan bijaksana agar dapat jalani hidup yang menunggumu didepan sana”
PERSEMBAHAN :
Kupersembahkan karyaku ini kepada orang-orang yang selalu ku cintai dan mencintaiku.
·       Teristimewa untuk kedua orang tuaku
·       Semua saudara-saudaraku
 
·       Teman-teman seperjuangan dalam menuntut ilmu khususnya teman-teman mahasiswa unbara
·       Bangsa, Agama dan almamaterku yang ku banggakan
Oleh
AHMAD YANI
0842005

Telah diterima sebagai salah satu syarat
Untuk memperoleh gelar Sarjana Pertanian
Pada
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BATURAJA
BATURAJA
2012
TINJAUAN BUDIDAYA IKAN LELE SANGKURIANG
(Clarias sp) SERTA ANALISIS PENDAPATANNYA
Pembimbing Utama,                                                            Baturaja,  Januari 2012
                                                                
                                                                                                                  Fakultas Pertanian
                                                                                                                Universitas Baturaja
    Endang Lastinawati, S.P.,Msi.                                                        Dekan,
                       Pembimbing Pendamping,
                    Yetty Oktarina, S.P.,Msi.                                                    Yetty Oktarina, S.P.,Msi

RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan di Batumarta Propinsi Sumatera Selatan pada tanggal 18 Desember 1989. Penulis menyelesaikan pendidikan dasar di SD Negeri 2 Batumarta pada tahun 1995 dan menyelesaikan pendidikan dasar pada tahun 2002, kemudian melanjutkan pendidikanya di MTS Darussalam pada tahun 2002 sampai tahun 2005, dan melanjutkan kembali pendidikannya di MA Darussalam dan menamatkan sekolah SLTA nya pada tahun 2008.
Kemudian penulis masuk ke perguruan tinggi pada tahun 2008 untuk melanjutkan pendidikannya untuk menempuh  pendidikan strata satu (S1) dan memilih jurusan Pertanian Agribisnis pada Universitar Baturaja.

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada ALLAH SWT, atas segala rahmat dan karunia Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Proposal Penelitian dengan judul ” TINJAUAN BUDIDAYA IKAN LELE SANGKURIANG SERTA ANALISIS PENDAPATANNYA ”.
Dalam penulisan ini tidak sedikit bantuan yang telah penulis terima dari beberapa pihak yang berupa informasi dan bimbingan. Berkaitan dengan itu semua, maka pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada :
  1. Ibu Rosnaliza Testiana, S.P.,M.Si., selaku Ketua Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Baturaja.
  2. Ibu Endang Lastinawati, S.P.,M.Si., selaku pembimbing utama yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan.
  3. Ibu Yetty Oktarina, S.P.,M.Si., selaku pembimbing kedua yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan.
  4. Bapak Muhamad Barcenur, selaku pemilik usaha ikan lele sangkuriang yang telah memberikan bantuan dan penjelasan.
  5. Orang tuaku tercinta, yang telah memberikan kasih sayang yang tak terhingga di sepanjang hidup ku.
  6. Sahabat dan teman-teman seperjuangan, mahasiswa Unbara.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penulisan ini masih jauh dari kesempurnaan seperti yang diharapkan. Oleh karena itu, segala saran dan kritik yang bersifat membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnaan penulisan.

Baturaja,   Januari 2012
                                                                                                                                Penulis

                                                                                                                    Halaman
HALAMAN JUDUL................................................................................              i
MOTTO DAN PERSEMBAHAN..........................................................              ii
HALAMAN TENGAH JUDUL.............................................................              iii
HALAMAN PENGESAHAN.................................................................             iv
RIWAYAT HIDUP..................................................................................               v
KATA PENGANTAR.............................................................................               vi
DAFTAR ISI.............................................................................................            vii
BAB I. PENDAHULUAN.......................................................................               1
A. Latar Belakang Masalah...............................................................               1
B. Rumusan Masalah.........................................................................              3
C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian..................................................                3
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA............................................................               4
A. Klasifikasi dan Morfologi.............................................................                4
A.1. Klasifikasi............................................................................              4
A.2. Morfologi.............................................................................             4
B. Syarat Hidup Ikan Lele Sangkuriang............................................                5
C. Tehnik Budidaya Ikan Lele Sangkuriang.....................................                 6
C.1.Persyaratan Lokasi................................................................             6
C.2. Pelaksanaan Budidaya.........................................................              7
D. Konsepsi Pendapatan....................................................................             9
BAB III. METODOLOGI PENELITIAN.............................................            12
A. Waktu dan Tempat.......................................................................            12
B. Metode Pelaksanaan.....................................................................           12
C. Jadwal Kegiatan............................................................................           12
D. Metode Analisis data....................................................................            13
DAFTAR PUSTAKA..............................................................................             15




BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki potensi cukup besar untuk melakukan pengembangan budidaya ikan air tawar dan diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat Indonesia dari subsektor perikanan (scibd.com).
Propinsi Sumatera Selatan merupakan wilayah yang memiliki perairan yang cukup luas dan sangat potensial untuk membudidayakan berbagai jenis komoditas ikan air tawar. Salah satu komoditas yang berpotensi adalah ikan lele Clarias batrachus (repository.ipb.ac.id).
Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Ikan ini sudah dibudidayakan secara komersial oleh masyarakat Indonesia (blog.ub.ac.id/yudhagalantnusa).

Budidaya lele berkembang pesat karena dapat dibudidayakan di lahan dan sumber air yang terbatas, teknologi budidaya relatif mudah dikuasai oleh masyarakat, pemasarannya cukup mudah dan modal usaha yang dibutuhkan relatif rendah (scribd.com).
Pengembangan usaha budidaya ikan lele semakin meningkat setelah masuknya ikan lele dumbo Clarias geriepinunus ke Indonesia pada tahun 1985. Keunggulan ikan lele dumbo dengan ikan lele lokal antara lain tumbuh lebih cepat, jumlah telur lebih banyak dan lebih tahan penyakit (scribd.com).
Budidaya yang sangat pesat tanpa didukung pengelolaan induk yang baik menyebabkan lele dumbo mengalami penurunan kualitas. Hal ini karena adanya perkawinan sekerabat (inbreeding), seleksi induk yang salah atas penggunaan induk yang berkualitas rendah (bibitlele.com).
Penurunan ini dapat diamati dari karakter umum pertama matang gonad, derajat penetasan telur, pertumbuhan harian daya tahan terhadap penyakit dan nilai FRC (feeding conversation rate). (bibitlele.com).
Sebagai upaya mutu perbaikan ikan lele dumbo. Balai Pengembangan Benih Air Tawar (BPBAT) Sukabumi telah berhasil melakukan rekayasa genetik lele dumbo strain baru yang diberi nama Lele Sangkuriang (Clarias sp).
Budidaya lele sangkuriang (Clarias sp) mulai berkembang sejak tahun 2004, setelah dirilis oleh menteri kelautan dan perikanan, dengan nomor Kepmen KP 26/Men/2004. Teknik budidaya  lele  sangkuriang   tidak  berbeda  dengan lele dumbo, mulai dari pembenihan dan pembesaran (scribd.com 2010).

Di Indonesia kini sudah banyak yang membuka usaha menjadi peternak ikan lele sangkuriang, karna selain rasanya enak, ikan lele sangkuriang juga banyak diminati di kalangan masyarakat. Pertumbuhan yang cepat menjadikan para pengusaha ternak lele sangkuriang lebih memilih sarana tersebut sebagai usaha mereka   karena  dari  proses  pembesaran  tidak  memakan  waktu  yang lama  dan pendapatannya pun sangat menjanjikan (perikanan–budidaya.kkp.go.id, 2012).
Usaha lele di Desa Batumarta kini banyak diminati oleh masyarakat setempat, mereka mencoba usaha lele karena menurut mereka usaha tersebut tidak memakan waktu yang lama dan juga tidak memerlukan modal yang tinggi.
B.  Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas, maka perlu diteliti :
1.      Bagaimana teknik budidaya ikan lele sangkuriang yang ada di Desa Batumarta?
2.      Berapa besar  pendapatan yang   diperoleh   petani   dalam   kegiatan usaha
      Budidaya Ikan Lele Sangkuriang di Desa Batumarta?
C.  Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Tujuan dilaksanakannya kegiatan Praktek Lapangan ini adalah untuk:
1.   Mengetahui teknik budidaya ikan lele sangkuriang secara intensif.
2.   mengetahui pendapatan yang diperoleh petani dalam budidaya ikan lele sangkuriang di Desa Batumarta..
Kegunaan yang dapat diperoleh dari pelaksanaan kegiatan Praktek lapangan ini adalah untuk Menambah pengetahuan serta wawasan tentang teknik budidaya ikan 
 lele sangkuriang secara intensif bagi pembaca dan masyarakat pada umumnya.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.    Klasifikasi dan Morfologi
A.1. Klasifikasi
Klasifikasi Ikan Lele Sangkuriang (Clarias sp) menurut (Anonim, 2007), adalah sebagai berikut :
Filum : Chordata
Kelas : Pisces
Sub Kelas : Telestai
Ordo : Ostariophusi
Sub Ordo : Siluridae
Family : Clariidae
Genus : Clarias
Spesies : Clarias sp
A.2. Morfologi
Ikan lele sangkuriang memiliki ciri morfologi yang identik dengan lele dumbo sehingga sulit dibedakan. Sebagaimana umumnya ikan lele, lele sangkuriang memiliki tubuh yang licin dan tidak bersisik tetapi berlendir. Jika ikan ini terkejut, warna tubuhnya berubah menjadi loreng seperti mozaik hitam-putih layaknya lele dumbo pada umumnya.
Mulutnya lebar dan dilengkapi kumis sebanyak 4 pasang yang berfungsi sebagai alat peraba pada saat mencari makan atau bergerak, yakni nasal, maksila, mandibula luar, dan mandibula dalam. Untuk memudahkan berenang.
Lele sangkuriang dilengkapi sirip tunggal dan sirip berpasangan. Sirip tunggal yang dimiliki adalah sirip punggung, sirip ekor, dan sirip dubur, sedangkan sirip berpasangan adalah sirip perut dan sirip dada.
Sirip dada yang runcing dan keras disebut patil, berguna sebagai senjata dan  alat  bantu  untuk bergerak.Warna punggungnya hitam  kehijauan  dan  warna  
perutnya  putih kekuningan (Anonim, 2007)
B. Syarat Hidup Ikan Lele Sangkuriang
Ciri khusus ikan lele adalah memiliki alat pernapasan tambahan berupa arborescent yang berbentuk labyrinth. Alat pernapasan tambahan ini menjadikan ikan lele dapat bertahan hidup dalam lumpur atau di wadah budi daya yang memiliki oksigen sedikit.
Bila dipelihara di kolam, lele sangkuriang tidak memerlukan kualitas air yang baik seperti rnengalir atau jernih. Ikan ini mampu hidup pada media pemeliharaan berupa air tergenang dengan kualitas air yang lebih rendah dibanding dengan yang dibutuhkan oleh ikan jenis lain.
Tidak mengherankan jika ikan lele dapat dipelihara di comberan atau tempat pembuangan air limbah rumah tangga di belakang rumah  penduduk. Namun  bila  ingin  sukses,  sebaiknya   pemeliharaan  dilakukan mengikuti kaidah-kaidah yang telah ditentukan (scribd.com, 2010)
C. Teknik Budidaya Ikan Lele Sangkuriang

C.1.  Persyaratan Lokasi
a.       Tanah yang baik untuk kolam pemeliharaan adalah jenis tanah liat/lempung, tidak berporos, berlumpur dan subur. Lahan yang dapat digunakan untuk budidaya lele dapat berupa: sawah, kolampekarangan, kolamkebun, dan lubang bekas galian.
b.      Ikan lele hidup dengan baik di daerah dataran rendah sampai daerah yang tingginya maksimal 700 m dpl.
c.       Elevasi tanah dari permukaan sumber air dan kolam adalah 5-10%.
d.      Lokasi untuk pembuatan kolam harus berhubungan langsung atau dekat dengan sumber air dan tidak dekat dengan jalan raya.
e.       Lokasi untuk pembuatan kolam hendaknya di tempat yang teduh, tetapi tidak berada di bawah pohon yang daunnya mudah rontok.
f.       Pertumbuhan larva diperlukan kisaran suhu antara 26-300 dan untuk pemijahan 24-280C.
g.      Ikan lele dapat hidup dalam perairan agak tenang dan kedalamannya cukup, sekalipun kondisi airnya jelek, keruh, kotor dan miskin zat O2.
h.      Perairan tidak boleh tercemar oleh bahan kimia, limbah industri, merkuri, atau mengandung kadar minyak atau bahan lainnya yang dapat mematikan ikan.
i.        Perairan yang banyak mengandung zat-zat yang dibutuhkan ikan dan bahan makanan alami. Perairan tersebut bukan perairan yang rawan banjir.
j.        Permukaan perairan tidak boleh tertutup rapat oleh sampah atau daun-daunan hidup, seperti eceng gondok.
k.      Mempunyai  pH  6,5–9;  kesadahan (derajat butiran kasar ) maksimal 100 ppm
      dan optimal 50 ppm; turbidity (kekeruhan) bukan lumpur antara 30 60 cm.
C.2. Pelaksanaan Budidaya
Sebelum benih ikan lele ditebarkan di kolam pembesaran, yang perlu diperhatikan adalah tentang kesiapan kolam meliputi:
1. Persiapan kolam tanah (tradisional)
Pengolahan dasar kolam yang terdiri dari pencangkulan atau pembajakan tanah dasar kolam dan meratakannya. Dinding kolam diperkeras dengan memukul-mukulnya dengan menggunakan balok kayu agar keras dan padat supaya tidak terjadi kebocoran.
Pematang untuk kolam tanah (menutupi bagian-bagian kolam yang bocor), untuk tempat berlindung ikan (benih ikan lele) sekaligus mempermudah pemanenan maka dibuat parit/kamalir dan kubangan (bak untuk pemanenan).
Memberikan kapur ke dalam kolam yang bertujuan untuk memberantas hama, penyakit dan memperbaiki kualitas tanah. Dosis yang dianjurkan adalah 20-200 gram/m2, tergantung pada keasaman kolam.
Untuk kolam dengan pH rendah dapat diberikan kapur lebih banyak, juga sebaliknya apabila tanah sudah cukup baik, pemberian kapur dapat dilakukan sekedar untuk memberantas hama penyakit yang kemungkinan terdapat di kolam. Pemupukan dengan kotoran ternak ayam, berkisar antara 500-700 gram/m2; urea 15 gram/m2; SP3 10 gram/m2; NH4N03 15 gram/m2.
Pada pintu pemasukan dan pengeluaran air dipasang penyaring Kemudian dilakukan pengisian air kolam. Kolam dibiarkan selama ± 7 (tujuh) hari, guna memberi kesempatan tumbuhnya makanan alami (indonesia.com)
2.  Persiapan kolam tembok
Persiapan kolam tembok hampir sama dengan kolam tanah. Bedanya, pada kolam tembok tidak dilakukan pengolahan dasar kolam, perbaikan parit dan bak untuk panen,  karena  parit  dan bak.untukpanen  biasanya  sudah  dibuat Permanen (pertanianorganikblogspotcom.blogspot.com).
3. Penebaran Benih
Sebelum benih ditebarkan ke kolam, benih diaklimatisasi dulu (perlakuan penyesuaian suhu) dengan cara memasukan air kolam sedikit demi sedikit ke dalam wadah pengangkut benih. Benih yang sudah teraklimatisasi akan dengan sendirinya keluar dari kantong (wadah) angkut benih menuju lingkungan yang baru yaitu kolam (hobiikan.blogspot.com)
4. Pemberian Pakan
Selain makanan alami, untuk mempercepat pertumbuhan ikan lele perlu pemberian makanan tambahan berupa pelet. Jumlah makanan yang diberikan sebanyak 2-5% perhari dari berat total ikan yang ditebarkan di kolam. Pemberian pakan frekuensinya 3-4 kali setiap hari.
makanan buatan dapat dibuat dari campuran dedak halus dengan ikan rucah dengan perbandingan 1:9 atau campuran dedak halus, bekatul, jagung, cincangan bekicot dengan perbandingan 2:1:1:1 campuran tersebut dapat dibuat bentuk pelet. (Mahyuddin K 2011).

5. Pemanenan
Ikan lele Sangkuriang akan mencapai ukuran konsumsi setelah dibesarkan selama 130 hari, dengan bobot antara 200 - 250 gram per ekor dengan panjang 1520 cm. Pemanenan dilakukan dengan cara menyurutkan air kolam. Ikan lele akan berkumpul di kubangan, sehingga mudah ditangkap dengan menggunakan karung atau seser.
Cara lain penangkapan yaitu dengan menggunakan pipa ruas bambu atau pipa paralon/bambu diletakkan di dasar kolam, pada waktu air kolam disurutkan, ikan lele akan masuk kedalam ruas bambu/paralon, maka dengan mudah ikan dapat ditangkap atau diangkat.
Ikan lele hasil tangkapan dikumpulkan pada wadah berupa ayakan/happa yang dipasang di kolam yang airnya terus mengalir untuk diistirahatkan sebelum ikan-ikan tersebut diangkut untuk dipasarkan. Pengangkutan ikan lele dapat dilakukan dengan menggunakan drum plastik, pikulan ikan atau jerigen plastik yang   diperluas   lubang  permukaannya   dan   dengan   jumlah  air  yang  sedikit
(Mahyuddin K, 2011).
D. Konsepsi  Pendapatan
Pendapatan sangatlah penting dalam suatu usaha, untuk menghitung suatu pendapatan harus mengetahui terlebih dahulu tentang produksi, biaya variabel, biaya tetap, biaya total, harga,  penerimaan dan pendapatan.
1.       Produksi adalah kegiatan untuk menciptakan atau menambah kegunaan barang atau jasa. Para ahli ekonomi mendefinisikan produksi sebagai “menghasilkan kekayaan melalui eksploitasi manusia terhadap sumber-sumber kekayaan lingkungan” atau bila kita artikan secara konvensional, produksi adalah proses menghasilkan atau menambah nilai guna suatu barang atau jasa dengan menggunakan sumber daya yang ada (zonaekis.com, 2010).
2.       Biaya adalah semua pengorbanan yang perlu dilakukan untuk suatu proses produksi yang dinyatakan dengan satuan uang menurut harga pasar yang berlaku, baik yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi. Biaya terbagi menjadi dua yaitu biaya variabel dan biaya tetap, biaya variabel / variabel cost adalah biaya yang umumnya selalu berubah-rubah sesuai dengan volume bisnis. Biaya tetap / fixed cost adalah biaya yang umumnya selalu konstan tidak berubah-rubah.Biaya total / total cost adalah hasil dari penjumlahan biaya tetap dengan biaya variabel (jurnal-sdm.blogspot.com, 2009)
3.       Harga adalah suatu nilai tukar yang biasa disamakan dengan uang atau barang lain untuk manfaat yang diperoleh dari suatu barang atau jasa bagi seseorang atau kelompok pada waktu dan tempat tertentu. Menetapkan harga terlalu tinggi akan menyebabkan penjualan menurun, namun jika harga rendah akan mengurangi keuntungan yang diperoleh organisasi atau perusahaan (organisasi.org, 2008)
4.       Penerimaan adalah semua penerimaan produsen dari hasil penjualan atau pengeluaran. Penerimaan juga biasa dikatakan sejumlah uang yang diterima oleh perusahaan atas penjualan produk yang dihasilkan. Dalam ilmu ekonomi penerimaan diistilahkan revenue (e-dukasi.net, 2012)
5.       Pendapatan adalah jumlah uang yang diterima dari perusahaan dari aktivitasnya, pendapatan adalah hasil berupa uang atau materi lainnya yang dapat dicapai dari pada penggunaan factor-faktor produksi (Winardi, 1992)

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Waktu dan Tempat
Kegiatan Praktek Kerja Lapangan akan dilaksanakan pada bulan Desember 2012  sampai  dengan  Maret 2012,  bertempat di Batumarta VI Blok C,  
Kab OKU TIMUR.
B. Metode Pelaksanaan
Pengumpulan data dalam suatu penelitian ilmiah dimaksudkan untuk bahan atau data yang relevan, akurat reliable yang hendak kita teliti. Oleh karena itu perlu digunakan metode pengumpulan data yang baik dan cocok. Dalam penelitian ini digunakan metode pengumpulan data berupa Metode interview (wawancara) dan metode observasi.
Metode wawancara menurut Soekartawi (2002) dijelaskan bahwa pengertian interview atau wawancara adalah kegiatan mencari bahan (keterangan, pendapat) melalui tanya jawab lisan dengan yang berkaitan.
Observasi adalah kegiatan yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan secara langsung terhadap objek yang  diteliti. Observasi ini dilakukan
untuk memperoleh fakta-fakta berdasarakan pengamatan penelitian.
C. Jadwal Kegiatan
Jadwal Kegiatan Praktik Lapangan Tinjauan Budidaya Ikan Lele Sangkuriang Serta Analisis Pendapatanya di Desa Batumarta VI. 

























No
Jenis Kegiatan
Desember 2011
Januari 2012
Februari 2012
Maret
2012
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4

1.



2.


3.


4.



5.



6.

Penyususnan rencana praktik lapangan

Peninjauan lapangan

Penyusunan proposal

pelaksanaan praktik
Lapangan

Konsultasi hasil praktik lapangan

Penyusunan laporan

X

X





X








X
















X















X
















X


















X















X















X



















X



















X



















X































































































 
D. Metode Analisis Data
Untuk menjawab pertanyaan pertama digunakan Analisis Deskriptif Kualitatif, dan untuk menjawab pertanyaan kedua menggunakan rumus matematik. (Mahyuddin K. pembesaran lele. 2011).
TC = FC + VC.................................................................................................. ( 1 )
Pn  = P x H....................................................................................................... ( 2 )

Pendapatan = Pn – TC...................................................................................... ( 3 )
Keterangan :
FC    = Biaya tetap (Rp/Kg)
VC   = Biaya variabel (Rp/Kg)
TC    = Biaya total (Rp/Kg)
Pn     = Penerimaan (Rp/Kg)
P       = Produksi lele konsumsi (Kg)
H      = Harga (Rp/Kg)
DAFTAR PUSTAKA
Afrianto, E. dan Liviawati, Pakan Ikan.2005.Kanisius. Yogyakarta.
Anonim. 2002 Petunjuk Praktis Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan. Yogyakarta.
Hansen & Mowen. 2001. Manajemen Biaya. Edisi Pertama. Salemba Empat. Jakarta.
Simamora, H.2002. Akuntansi Manajemen. Salemba Empat. Jakarta.
Kotler, P. 2000. Manajemen Pemasaran. Erlangga. Jakarta.
Mahyuddin. K. 2011. Pembesaran Lele. Penebar Swadaya. Jakarta.
Sutrisno. 2007. Budidaya Lele Kampung dan Lele Dumbo. Ganneca Exact. Jakarta.

www.bibitlele.com/products/2/0/Sejarah-LeleSangkuriang. Di download pada tanggal 20-02-2012.
www.blog.ub.ac.id/yudhagalantnusa/. Di download pada tanggal 21-02-2012.
www.perikanan-budidaya.kkp.go.id. Di download pada tanggal 19-02-2012.
http://responsitory.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/24271/Ernani%20LubisRK.pdf?sequence=1. Di download pada tanggal 21-02-2012.
 LINK UTAMA DOWNLOAD : 
http://yani-berbagi.blogspot.com/2013/01/contoh-proposal-praktek-lapangan.html

Minggu, 17 November 2013

Kegiatan Penulisan Di Perguruan Tinggi

Kegiatan Penulisan Di Perguruan Tinggi

Kegiatan menulis merupakan bagian yang tak terpisah dalam seluruh proses belajar yang dialami mahasiswa selama menuntut ilmu di perguruan tinggi, karena diharapkan akan memiliki wawasan yang lebih luas dan mendalami mengenai topik yang ditulisnya. Beberapa keuntungan dari pelaksanaan penulisan:

Dengan menulis kita lebih mengenali kemampuan potensi diri dan mengetahui batas kemampuan tentang suatu topik.
Melalui menulis dapat mengembangkan berbagai gagasan melalui membandingkafakta – fakta yang tidak pernah dilakukan.
Kegiatan menulis dapat lebih banyak menyerap, mencari, serta menguasai informasi tentang topik yang akan ditulis.
Menulis berarti mengorganisasikan gagasan secara sistematik serta mengungkapkan secara tersurat, dengan demikian dapat menjelaskan permasalahan yang belum jelas.
Menulis akan dapat meninjau serta menilai gagasan secara objektif.
Dengan menulis akan mempermudah memecahkan permasalahan, yaitu menganalisis secara tersurat dalam konteks yang lebih konkret.
Dapat mendorong belajar secara aktif.
kegiatan menulis yang terencana akan membiasakan berpikir serta berbahasa secara tertib.

Tulisan yang baik mempunyai ciri: bermakna, jelas/lugas,merupakan kesatuan yang bulat,singkat dan padat serta memenuhi kaidah kebahasaan dan harus bersifat komunikatif. Untuk menghasilkan tulisan seperti diatas harus memiliki pengetahuan apa yanga akan ditulis juga bagaimana menuliskannya, isi karangan dan asfek –asfek kebahasaan serta tehnik penulisan.

Jenis kegiatan penulisan di tingkat perguruan tinggi
A. Laporan

Laporan adalah kegiatan penulisan yang berisi rekaman kegiatan tentang suatu yang sedang dikerjakan, digarap, diteliti, atau diamati, dan mengandung saran-saran untuk dilaksanakan. Laporan ini disampaikan dengan cara seobjektif mungkin.

B. Makalah

Dalam kegiatan perkuliahan makalah sering sekali digunakan. Makalah, dalam tradisi akademik, adalah karya ilmuwan atau mahasiswa yang sifatnya paling ‘soft’ dari jenis karya ilmiah lainnya.

Dilihat dari cara berpikir, makalah dapat dibedakan menjadi dua macam : makalah hasil berpikir deduktif dan makalah hasil berpikir induktif.

Makalah hasil berpikir deduktif membahas masalah atas dasar kajian teori tertentu. Dengan kata lain makalah jenis ini menerapkan teori tertentu untuk memecahkan masalah yang dipilihnya.

Sedangkan makalah hasil berpikir induktif, diawali oleh pengamatan empiris, pembahasan hasil pengamatan, penarikan simpulan, dilanjutkan dengan pembandingan dengan teori yang relevan.

C. Skripsi

Skripsi adalah kegiatan penulisan mahasiswa, untuk melengkapi syarat mendapatkan gelar sarjana (S1). Bobotnya 6 satuan kredit semster (SKS) dan dalam pengerjakannya dibantu dosen pembimbing. Dosen pembimbing berperan ‘mengawal’ dari awal sampai akhir hingga mahasiswa mampu mengerjakan dan mempertahankannya pada ujian skripsi.

D. Tesis

Tesis mempunyai tingkat pembahasan lebih dalam daripada skripsi. Tesis dibuat oleh seorang kandidat Magister & disusun secara mandiri pada akhir masa studi dan merupakan salah satu syarat mencapai gelar Magister. Tesis ditulis dengan bimbingan seorang dosen senior yang bertangungjawab dalam bidang studi tertentu. Sekalipun pada dasarnya sama dengan skripsi, tesis lebih dalam, tajam, dan dilakukan mandiri.

E. Disertasi

Disertasi ialah kegiatan penulisan yang diajukan untuk mencapai gelar doktor, yaitu gelar tertinggi yang diberikan oleh suatu univesitas. Gelar Doktor tersebut diberikan pada mahasiswa yang telah mempertahankan disertasinya dihadapan Dewan Penguji Disertasi yang terdiri dari profesor atau Doktor dibidang masing-masing. Disertasi ditulis berdasarkan penemuan (keilmuan) orisinil dimana penulis mengemukan dalil yang dibuktikan berdasarkan data dan fakta valid dengan analisis terinci. Disertasi memuat penemuan-penemuan baru, pandangan baru yang filosofis, tehnik atau metode baru tentang sesuatu sebagai cerminan pengembangan ilmu yang dikaji dalam taraf yang tinggi.



Menulis Sebagi Proses

Kegiatan menulis ialah suatu proses penulisan dengan beberapa tahap yakni tahap prapenulisan, tahap penulisan, dan tahap revisi. Dalam penulisan karangan yang panjang seperti makalah penelitian, laporan akhir semester,tesis dsb tahap itu terpisah secara lebih jelas.

A. Tahap prapenulisan

Tahap ini merupakan tahap perencanaan atau persiapan menulis dan mencakup beberapa langkah kegiatan yaitu:

1. Menentukan topiknya. dengan pengamatan atau dari imajinasi sendiri ,karangan ilmiah harus mengenai fakta dan memilih topik perlu diperhatikan beberapa persaratan.

2. Membatasi topik berarti mempersempit dan memperkhusus lingkup pembicaraan

3. Menentukan bahan atau materi penukisan,macamnya,beberapa luasnya dan dari mana diperoleh.

4. Menyusun kerangka karangan

B. Tahap penulisan

Pada tahap ini membahas setiap butir topik yang ada di dalam kerangka yang disusun dengan menggunakan bahan-bahan yang sudah diklasifikasikan menurut keperluan sendiri. Dalam mengembangkan gagasan menjadi suatau karangan yang utuh, diperlukan bahasa dan menguasai kata kata yang akan mendukung gagasan yang dipahami pembaca.dan berikut tahapan-tahapanya:

Tahap Pemilihan Topik atau Pokok Bahasan
Tahap Pengumpulan Informasi dan Bahan
Tahap Evaluasi Informasi dan Bahan
Tahap Pengelolaan Pokok-pokok Pikiran
Tahap Penulisan
Tahap Penyuntingan

Hal penting dalam tahap penulisan:
Gaya penulisan dalam membuat pernyataan harus jelas dan tepat dalam penyampaian pesan yang bersifat reproduktif dan impersonal.
Teknik notasi dalam menyebutkan sumber dari pengetahuan yang dipergunakan dalam penulisan
Penulisan juga harus menggunakan bahasa yang baik dan benar.
Karena bersifat reproduktif, penerima pesan harus mendapat kopi yang sama dengan si pemberi pesan.
Karena bersifat impersonal, tulisan ilmiah tidak boleh menggunakan pernyataan yang menggunakan kata ganti penulisnya.
Dalam tulisan ilmiah, sering digunakan kalimat pasif.
Pembahasan secara ilmiah mengharuskan kita berpaling kepada pengetahuan-pengetahuan ilmiah sebagai premis argumentasi (sumber kutipan).
Teknik notasi ilmiah dapat menggunakan catatan kaki, tapi lebih disarankan menggunakan teknik kutipan dan umber rujukan.
C. Tahap Revisi

Pada tahap ini biasanya meneliti secara menyeluruh mengenai logika, sistematika, ejaan, tanda baca pilihan kata, kalimat, paragraf, mengetikan catatan kaki dan daftar pustaka.


PERENCANAAN KARANGAN

Langkah-langkah merencanakan karangan:

1. Memilih topik

Dalam memilih topik perlu dipertimbangkan beberapa hal yaitu:
Topik itu ada manfaatnya dan layak dibahas.
Topik itu menarik terutam bagi penulis
Topik itu dikenal baik
Bahan yang diperlukan dapat diperoleh dan cukup memadai.
Topik itu tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit

2. Pembatasan topik

Dalam hal ini dapat dipikirkan secara langsung suatu topik yang cukup terbatas untuk dibahas misalnya dengan membuat diagram jam atau pohon.

3. Topik dan judul

Yang dimaksud topik adalah pokok pembicaraan dalam keseluruhan karangan yang akan digarap, sedangkan judul adalah nama, title,atau semacam label untuk suatu karangan.pernyataan topik mungkin saja sama dengan judul, tetapi mungkin juga tidak. Dalam karangan formal atau karangan ilmiah judul karangan harus tepat menunjukan topiknya dengan mengingat beberapa persyaratan diantarnya:
Harus sesuai dengan topik atau isi karangan berserta jangkaunnya.
Judul sebaiknya dinyatakan dalm bentuk frase
Judul karangan harus singkat
Judul harus jelas dan tidak dinyatakan dalam kata kiasan atau tidak mengandung arti ganda
Contoh topik yang cukup terbatas: ”Kemungkinan pengurangan arus urbanisasi ke Jakarta”



Tujuan penulisan

Rumusan tujuan penulisan adalah suatu gambaran penulisan dalam kegiatan penulisan.Tujuan penulisan dapat dinyatakan dengan dua cara yaitu: dalam bentuk tesis dan bentuk pernyataan maksud.


A. Tesis

Tesis adalah kalimat yang memuat gagsan pokok atau pokok pikiran tulisan atau sebuah kalimat yang merupakan kunci untuk seluruh tulisan, seperti halnya kalimat utam dalm sebuah paragraf pertama dalm karangan. Contoh:

Kemampuan berbahasa Indonesia mahasiswa dalam hal menulis pada umumnya masih jauh dari memuaskan; oleh sebab itu, perlu dicari penyebabnya sehingga pengajaran bahasa Indonesia dapat diperbaiki

Suatu tesis juga turut menentukan urutan pembahasan dan bahan imformasi yang diperlukan. Agar efektif, suatu tesis hendaknya terbatas, utuh,dan tepat.Tesis yang terbatas akan mengarahkan pendekatan mana yang akan diambil dalam pembahasan selanjutnya.

Menemukan Tesis karangan

Untuk menemuka tesis karangan harus menentukan topik karangan, kemudian membatasinya. Dari gagasan yang paling menarik bisa dijadikan tesis karangan.

Menyusun Tesis

Setiap tesis mengandung gagasan pokok yang akan dikembangkan, kata yang

mengandung gagasan itu merupakan kata kunci ,suatu tesis mengandung beberapa

kata kunci.Beberapa keharusan dan larangan yang harus diperhatikan:

Tesis yang baik harus dapat meramalkan, mengendalikan,dan mengarahkan penulis dalam mengembangkan karangan.agar dapat meramalkan suatu tesis harus dinyatakan dalam bentuk pertanyaan (proposi) yang mungkin dibahas dan memerlukan pembahasan.

Tesis yang baik juga harus memenuhi persyaratan berikut:
Tesis harus dinyatakan dalam kalimat lengkap, tidak boleh dalam bentuk frase.
Tesis harus dinyatakan dalam bentuk pernyataan,tidak boleh dalm bentuk perrtanyaan.
Bagian tesis harus saling berhubungan:tesis tidak boleh mengandung unsur yang tidak berkaitan.
Tesis harus terbatas tidak boleh terlalu luas.
Tesis tidak boleh mengandung ungkapan seperti “menurut pendapat saya, saya juga, saya kira”. Karena akan melemahkan argumentasi.
Tesis tidak boleh diyatakan dengan bahasa yang tidak jelas
Tesis tidak boleh dinyatakan dengan kata kiasan.

B. Peryataan maksud

Untuk suatu tulisan yang tidak mengembangkan gagasan yang merupakan tema seluruh tulisan tujuan dapat dinyatakan dalam bentuk pernyataan maksud. Contohnya yang menunjukan tujuan penulisan dan membantu mengembangkan karangan: “Dalam makalah ini akan dibahas perbedaan sistem perekonomian pada pemerintah orde lama dengan sistem perekonomian pada pemerintah orde baru”.

Contoh tersebut tidak hanya mengungkapkan tujuan penulisan, melainkan menunjukan arah pengembangan arah tulisan selanjutnya dan sekaligus mencakup stuktur tulisan serta pemilihan bahan yang diperlukan.



Bahan penulisan

Bahan penulisan dapat dikumpulkan pada saat pra penulisan seperti yang sudah dijelaskan pada bab sebelumnya, untuk penetapan dan pengumpulan bahan dapat dilakukan pada penulisan, tetapi untuk suatu karangan yang besar seperti skripsi, tesis atau disertasi dikumpulkan sebelum proses penulisan dimulai.

a. Sumber bahan penulisan

Yang dimaksud dengan bahan penulisan ialah semua informasi atau data yang diperlukan untuk mencapai tujuan penulisan. Data tersebut merupakan teori, contoh-contoh, rincian detail, perbandingan, sejarah kasus, pakta dan sebagainya. Yang dapat membantu penulisan dalam mengembangkan topik yang dipilih dapat diperoleh dari berbagai sumber.

b. Perpustakaan sebagai sumber bahan penulisan

Studi kepustakaan menuntut membaca secara kritis semua bahan yang kita perlukan, dapat memilih, menimbang, menolak, dan menyusun kembali bahan-bahan yang ada kedalam suatu tulisan yang dapat meyakinkan pembaca. Perpustakaan sebagai bahan penulisan menemukan wujud berbeda-beda sesuai dengan daerah atau tempat perpustakaan tersebut.

c. Kartu-kartu katalog

Pada setiap perpustakaan disediakan kartu katalog yang merupakan petunjuk untuk mengetahui koleksi bahan Pustaka yang terdapat dalam perpustakaan itu. Setiap buku harus memiliki tiga kartu katalog yaitu kartu katalog pengarang, kartu katalog judul, dan kartu katalog subyek. Semuanya disususn menurut abjad. Didalam kartu katalog tertera deskripsi bibliografi bahan Pustaka seperti berikut:
Nama pengarang
Judul buku
Edisi
Data penerbitan
Besar dan tebal buku
Deskripsi isi
Nomor buku

d. Sumber bahan penulisan yang lain

Selain perpustakaan bahan juga dapat diperoleh dari pengalaman, penalaran dan kewenangan, sebagian besar bahan penulisan diperoleh melalui inperensi (nialai-nilai yang ditarik dari pengalaman). Inperensi akan menjadi dasar penarikan inperensi baru. Agar dapat melakukan pengamatan secara cermat perlu berlatih mengamati suatu obyek dari jarak yang lebih dekat, diperlukan konsentrasi dan minat yang memadai. Inperensi ini dapat diperoleh melalui analisis dan sintesis analisis yaitu proses penguraian sesuatu kedalam bagian-bagian, sedangkan sintesis ialah proses penggabungan kembali bagian-bagian yang terpisah kedalam bulatan baru. Cara lain untuk memperoleh informasi ialah dengan cara mengadakan wawancara, menyebarkan kuesioner, atau penelitian lapangan.

e. Kartu Informasi

Kartu informasi ini mencatat bahan-bahan yang dianggap penting atau diperlukan dalam pengembangan topik yang kita pilih. Dengan menggunakan kartu informasi, akan mudah menyusun bahan menurut urutan abjad atau menyesuaikan dengan kerangka yang sudah disusun. Setiap kartu akan memuat dua hal, yaitu: sumber yang tepat dari mana bahan itu dan bahan yang diperlukan. Informasi atau bahan yang kita peroleh dari bacaan mungkin dicatat dalam bentuk:
Kutipan
Parafrase
Rangkuman (ringkasan)
Evaluasi atau ulasan

Kerangka Karangan

Agar organisasi karangan dapat ditentukan, sebelumnya harus menyusun kerangka (outline) karangan. Menyusun kerangka karangan merupakan satu cara untuk menyusun suatu rangkaian yang jelas dan stuktur yang teratur dari karangan yang akan digarap. Kerangka karangan juga akan menjamin penulis menyusun gagasan secara logis dan teratur. Kegunaan kerangka karangan bagi penulis ialah:

1. Kerangka karangan dapat membantu penulis menyusun kerangka secara teratur, dan tidak membahas satu gagasan dua kali, serta dapat mencegah penulis keluar dari sasaran yang sudah dirumuskan dalam topik atau judul.

2. Sebuah kerangka karangan memperlihatkan bagian-bagian pokok karangan serta memberi kemungkinan bagi perluasan bagian-bagian tersebut. Hal ini akan membantu penulis menciptakan suasana yang berbeda-beda, sesuai dengan variasi yang diinginkan.

3. Sebuah kerangka karangan akan memperlihatkan kepada penulis bahan-bahan atau materi apa yang diperlukan dalam pembahasan yang akan ditulisnya nanti.

a. Bentuk Kerangka

Sebuah kerangka karangan dapat dibedakan atas kerangka kalimat dan kerangka topik. Didalam kerangka topik setiap butir dalam kerangka terdiri dari topik yang berupa frase, bukan kalimat lengkap. Menyusun kerangka berarti memecahkan topik kedalam subtopik dan mungkin selanjutnya kedalam subtopik. Sebelum kerangka kerja yang sebenarnya disusun terlebih dahulu harus dibuat kerangka kasar, atau yang disebut kerangka sementara.

Contoh:
Topik: Kegiatan mahasiswa universitas komodo selama priode tahun 1980-1982.
Kegiatan akademis
Kegiatan sosial
Kegiatan olah raga dan seni

Setelah diperoleh kerangka kasar maka kemudian memikirkan rincian untuk setiap babak kasar diatas yang diperoleh sebuah kerangka yang lebih terinci. Penyusunan kerangka karangan hendaknya didasarkan pada kreteria atau sistem tertentu.

b. Pola Organisasi

Organisasi kerangka pada umumnya mengikuti pola ilustratif, analisis, dan argumentatif. Pola ini disusun sesuai dengan arah pembicaraan dan detail pembahasan tertentu. Jika menjelaskan sesuatu gagasan atau prinsip umum secara konkret dan khusus maka harus menggunakana pola ilustratif. Arah pembicaraan menurut pola ini ialah dari hal yang umum kepada hal yang khusus. Pembahasan dimulai dengan hal-hal yang bersifat umum, kemudian menjadi khusus dan lebih khusus lagi. Dalam pola ini makna tesis atau kalimat utama dikemukakan melalui ilustrasi. Ilustrasi itu dapat berupa contoh, perbandingan, atau sebuah kontras. Dalam organisasi kerangka dengan pola analisis, pokok pembicaraan diuraikan kedalam bagian-bagian. Dengan jalan menguraikan bagian-bagian itu tesis atau kalimat topik dapat dijelaskan. Arah pembahasan ialah dari pokok pembicaraan diuraikan kepada bagiannya. Bagian-bagian ini kemudian diuraikan lagi kedalam sub-subbagian. Dengan demikian, pola ini hanya dipergunakan bila tesis atau topic mengenai sesuatu kesatuan (benda konkret atau gagasan abstrak) yang terdiri dari bagian-bagian, yaitu analisis, klasifikasi, analitis proses, dan analitis sebab-akibat. Pola analitis klasifikasi digunakan bila pembahasan mengenai pokok pembicaraan didasarkan pada klasifikasi tertentu.

Contoh:

VARIASI BAHASA INDONESIA
Pendahuluan
Variasi berdasarkan tempat
Variasi berdasarkan umur
Variasi berdasarkan situasi
Variasi berdasarkan media
Variasi berdasarkan propesi

Pola analitis proses dapat digunakan jika pembahasan mengenai topik atau pembicaraan yang mengarah pada pembagian-pembagian yang menggambarkan pada suatu proses.


Sumber : http://halifahika.blogspot.com/2011/02/kegiatan-penulisan-di-perguruan-tinggi.html
http://noebie.blogspot.com/2013/10/kegiatan-penulisan-di-perguruan-tinggi.html